Followers

Saturday, October 25, 2008

tak percaya pada diri??

[caption id="attachment_162" align="aligncenter" width="342" caption="malu larhhh..."]malu...[/caption]


Buat nien dan semua pembaca...



Rasa tidak percaya diri merupakan penghambat seseorang untuk dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya. Dan sebaliknya, bila kita mempunyai sikap percaya diri yang tinggi maka kita bisa mengelola pergaulan kita untuk hidup yang lebih baik.


Perasaan takut salah dalam bersikap dan bergaul dengan orang lain adalah salah satu penyebab kurangnya rasa percaya diri Anda. Anda telah memposisikan diri Anda pada tempat yang keliru. Karena Anda telah memasukkan pikiran negatif (kegagalan, reaksi negatif orang lain) ke dalam otak Anda. Hambatan inilah yang harus Anda rubah untuk selalu berpikir positif bahwa apapun yang Anda yakini dan perbuat itu baik pastilah akan diterima dengan baik oleh orang lain.


Berbuatlah, jangan terlalu banyak pertimbangan bila Anda yakin itu baik. Kurung ketakutan Anda, jangan biarkan ketakutan menghambat Anda untuk beraksi. Bergaullah dengan menjadi pribadi Anda sesungguhnya yang lebih mengutamakan aksi dibandingkan memikirkan ketakutan akan kegagalan, Karena sesungguhnya ketakutan akan kegagalan sesungguhnya lebih besar dari kegagalan yang sebenarnya.


Kurangnya ibadah dapat mempengaruhi rasa percaya diri. Karena nilai spiritual adalah dorongan terbesar untuk sebuah perubahan yang lebih baik. Karena Allahlah tempat kita bergantung kepadanya yang hanya Dialah yang dapat mengubah hati (kepribadian) manusia. Oleh karenanya Jangan longgarkan hubungan spiritual dengan Yang Maha Kuasa, tetapi justru harus diperkokoh terus mnerus dengan menjaga interaksi kita padaNya melalui ibadah-ibadah baik yang sudah wajib maupun yang sunnah harus selalu kita tingkatkan. Insya Allah, hasil dari kedekatan ini akan memancar melalui hati, pikiran dan lisan kita menjadi kebaikan-kebaikan untuk sesama yang pastilah akan mendapatkan tanggapan positif dari sekitar kita.


Hinaan, cacian ataupun gunjingan tentang kita harus kita sikapi dengan positif. Jadikan itu sebagai cambuk untuk meningkatkan kualitas diri kita. Jadikan itu sebagai ’nasehat’ untuk kebaikan dan jadikan itu sebagai rambu untuk kita kembali kepada trek yang seharusnya. Sebab bila kita terpaku untuk menyanggah dan mengurusi setiap cercaan yang diarahkan ke kita, maka waktu kita hanya akan habis untuk membantahnya. Tapi kita harus fight untuk melawannya dengan menunjukan peningkatan kualitas diri kita sebenarnya.


Semoga bermanfaat....



xingat ciplak kat mane..adeii


0 budak mengomen: